Di Publish Pada Tanggal : Rabu, 11 Maret 2015 06:25 WIB

Memproduksi Kreativitas dari Tampilan Seram Sosok Zombie

Jakarta, HanTer - Selama ini mungkin kita hanya mengenal dan menemui hanta-hantu seperti kuntilanak, pocong dan genderuwo. Padahal ada juga hantu-hantu lain seperti zombie yang lebih menyeramkan dan menakutkan semua orang yang melihatnya. Apalagi zombie tersebut memiliki semangat yang luar biasa untuk memburu sesuatu yang dicarinya.

Semangat ini pula yang ditiru sejumlah orang yang sangat menyukai karakter zombie. Kecintaan dibuktikan dengan berpenampilan layaknya mayat hidup dengan berbagai aksesorisnya seperti bekas luka yang menganga dan darah yang membasahi sekujur tubuhnya . Tidak itu saja agar berkesan layaknya zombie kelopak mata mereka juga diberi warna hitam. Jadi benar-benar mirip mayat hidup yang sedang mencari mangsa.

Layaknya mayat hidup yang baru bangkit dari kematiannya maka pakaian dikenakannya juga ketika masih hidup. Zombie ada yang berpakaian satpam, sekolah dan pakaian lainnya pada umumnya. Jadi mereka adalah hantu modern yang menyeramkan.

Para penggemar zombie juga membentuk komunitas dengan nama Indonesia Zombie Club (IZoC) pada tanggal 26 Desember 2009 di Jakarta. IZoC merupakan sebuah komunitas indepedenden yang memiliki ketertarikan pada karakter zombie. Tujuannya tentu agar kreativitasnya tumbuh dan menjadi hobi yang aktif dengan menghasilkan/ memproduksi sebuah kreatifitas.

IZoC juga sebagai ajang untuk saling berbagi informasi dengan sesama anggota mengenai hal yang menyangkut Zombie, seperti film, komik, novel, zombie make-up, video game, action figure, movie soundtrack dan hal lainnya. Anggota IZoC terdiri dari berbagai kalangan, dari pelajar, mahasiswa, dokter, sutradara, dan penulis naskah film.

“IZoC dibentuk untuk membuat zombie sesuai karakter Indonesia,” kata Eric “Kompi Zombie” Kairupan, Humas IZoC belum lama ini.

Menurut Eric, ada beberapa filosofi dari karakter zombie yang harus ditiru oleh manusia. Pertama, zombie memiliki semangat juang yang luar biasa untuk bisa selamat. Apapun kendalannya zombie tidak merasa putus asa dan menyerah untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkannya. Zombie melambangkan sisi buas manusia yang selalu dipenuhi oleh hawa nafsu tanpa mengikuti hati dan akal pikiran.

“Itu sebabnya karakter zombie diciptakan sebagai mahluk pemakan daging yang dipenuhi oleh rasa lapar dan amarah tanpa bisa berpikir,” paparnya.

Kedua, ujar Eric, karakter zombie yang seram dan menakutkan juga menarik untuk diaktualisasikan ke dalam make up. Dibutuhkan tata rias yang handal dan mempunyai keahlian khusus untuk membentuk karakter zombie. Tata rias harus mampu menciptakan riasannya menyerupai mayat hidup yang kaku dengan eksperesi yang menyeramkan.

“Jika tidak dibekali dengan tata rias yang ahli maka tidak akan bisa membentuk karakter zombie,” tegasnya.

Mencintai zombie, sambung Eric, juga agar film-film Indonesia tidak kalah bersaing dengan luar negeri. Membentuk zombie dengan berbagai dikreasinya bisa dibuat film yang menarik dan bagus. Keberadaan  zombie sebagai alternative hantu-hantu yang selama ini ada di Indonesia seperti pocong dan kuntilanak. Film zombie yang dikerjakan IZoC dengan Rengas Dengklok berhasil masuk finalis dalam ajang FISFIC Jakarta 2011.

Selama ini berbagai tema tentang zombie telah dilakukan IZoC diantaranya Quarantine dan Resident Evil dalam ajang PL Fair dan Hello Fest. Selain itu, IZoC juga telah tampil dalam berbagai event, diantaranya adalah tampil dalam Halloween Trick or Treat di Blok M Jakarta, Zombie Walk Urban Fest. Bahkan berbagai media nasional juga telah meliput kiprah IZoC yang berperan lanngsung dalam kreativitasnya.

Untuk bisa bergabung di IZoC  ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi calon anggota. Pertama harus senang dengan karakter zombie. Jika tidak maka jangan harap bisa bergabung dengan IZoC. Kedua memberikan sumbangan secara sukarela untuk membeli berbagai pelengkapan mike up. “Sumbangan terserah berapa besarannya,” pungkasnya.


(Safari)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com