Di Publish Pada Tanggal : Jumat, 08 Januari 2016 10:16 WIB

Banjarnegara Rintis Kawasan Agrowisata Durian

Banjarnegara, Hanter - Desa Glempang, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, berupaya merintis kawasan agrowisata durian. Hal ini seperti dikatakan Kepala Desa Glempang Nowo Wikanto.
 
"Pengembangan durian di desa kami berawal dari studi banding yang dilakukan sekelompok warga ke daerah Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Kebetulan di sana juga ada buah durian dan kami ingin mengubah nasib untuk meningkatkan ekonomi," katanya di Desa Glempang, Kecamatan Mandiraja, Banjarnegara, Kamis (7/1).
 
Nowo mengatakan hal itu saat menerima kunjungan tim "National Publishing and News Corporation (NPNC)" Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang terdiri atas Kepala Bidang Pertambangan Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN Mahmud Husein, General Manager Komersial Perum LKBN Antara Darmadi, Manajer Komersial Perum LKBN Antara Erwan Muhadam, Kepala Divisi Penerbitan dan Multimedia PT Balai Pustaka Subiyanto dan Account Manager Perum Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI) Atut Herlambang.
 
Pascastudi banding yang dilakukan pada tahun 2010, kata dia, warga secara berkelompok dan swadaya menanam bibit durian pada lahan tidur yang semula tidak produktif.
 
Menurut dia, semula lahan tidur tersebut dijual dengan harga Rp100 ribu per ubin tidak laku namun sekarang tidak ada petani yang bersedia menjualnya karena telah menghasilkan durian.
 
"Alhamdulillah pada tahun ketiga sudah mulai belajar berbuah serta pada tahun keempat dan kelima ini sudah merasakan hasilnya. Animo masyarakat tambah tinggi karena banyak yang berhasil dan sangat menguntungkan petani," katanya.
 
Karena itu, kata dia, pihaknya memiliki angan-angan menjadikan Glempang sebagai desa wisata berbasis agrowisata durian.
 
Menurut dia, wacana pembukaan agrowisata durian di Desa Glempang itu mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Banjarnegara.
 
"Terbukti kemarin kami difasilitasi untuk dibuatkan desain agrowisatanya dan Alhamdulillah kemarin kami sudah melihat sendiri maketnya sudah jadi, sehingga kami tinggal pelaksanaannya dan mencari anggaran-anggaran dari pusat atau provinsi untuk mempercepat agrowisata di Desa Glempang," katanya.
 
Ia mengatakan bahwa luasan pohon durian di Desa Glempang saat ini mencapai 15 hektare dengan jumlah tanaman sekitar 2.000 batang.
 
Menurut dia, jenis durian yang dibudidayakan di antaranya simimang yang merupakan unggulan Banjarnegara, montong, dan chanee.
 
"Sementara ini, produk durian dari Desa Glempang hanya untuk memenuhi kebutuhan lokal terutama jenis simimang. Durian simimang memang kelihatannya jelek dan berukuran kecil tetapi rasanya legit, bijinya kecil, dan dagingnya tebal," katanya.
 
Nowo mengatakan bahwa dalam agrowisata tersebut, pihaknya juga akan mengembangkan beberapa jenis tanaman buah di antaranya markisa, jambu kristal, dan pepaya karena selama ini durian dikenal sebagai buah musiman sehingga hanya tersedia pada musim-musim tertentu.
 
Kendati demikian, dia mengatakan, pihaknya akan berupaya menerapkan teknologi tepat guna agar buah durian tetap tersedia setiap saat.
 
Selain itu, kata dia, pihaknya juga akan melengkapi kawasan agrowisata dengan danau buatan yang nantinya bisa dimanfaatkan untuk wahana permainan.
 
"Kami juga sedang menyiapkan pembentukan kelompok sadar wisata untuk pengembangan agrowisata di Desa Glempang," katanya.
 
Dia mengaku optimistis agrowisata durian dapat berkembang karena Desa Glempang berada di jalan alternatif Banjarnegara-Kebumen yang juga merupakan jalur wisata menuju Waduk Sempor, Kabupaten Kebumen.


(ruli)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com