Di Publish Pada Tanggal : Senin, 15 Februari 2016 21:09 WIB

Rayakan Imlek, Wisman Religi Singapore Serbu Batam

Jakarta, HanTer - Kementerian Pariwisata membuka pintu terhadap wisata religi ke Indonesia, sehingga rangkaian acara napak tilas dan kegiatan budaya itu juga menjadi tema khusus berwisata di tanah air. Terutama wisatawan mancanegara (wisman) asal Singapur yang merasa dekat dengan pulau Batam-Bintan. "Kalau Idul Adha banyak muslim Singapore dan Malaysia yang datang ke Batam-Bintan untuk melakukan ritual menyembelih binatang korban dan kami senang saja," ucap Menpar Arief Yahya. 
 
Dalam konteks pariwisata, ziarah itu juga aktivitas wisman. Menurut UN-WTO, Badan PBB yang bergerak dibidang pariwisata, devinisi pariwisata adalah orang asing masuk ke wilayah suatu negara, minimal 24 jam, melintas borderline, bukan untuk bekerja mencari pendapatan di negara itu. "Wisata religi masuk di situ. Seperti Madinah dengan para peziarah kemakam Nabi Muhammad SAW," jelas dia.
 
Begitupun ketika Imlek, umat Konghucu juga silahkan bersembahyang di Batam-Bintan, sambil berwisata. Batam rupanya memang menjadi destinasi wisata yang menarik bagi ratusan umat Budhist Singapore. Sejak Sabtu (13/2/2016) lalu, sebanyak 197 umat Budhist Singapore masuk ke Batam. Mereka berwisata sambil beribadah.
 
Sementara itu, sejak dilantik Presiden Joko Widodo di Istana negara, Jumat (11/2/2016) lalu, Gubernur Kepulauan Riau HM Sani memang langsung tancap gas menarik lebih banyak wisman ke Kepri. Dia langsung menebar pesona memperlihatkan kemolekan alam dan budaya Batam dan Bintan kemana-mana. Segala fenomena masa kini yang terjadi seiring dengan perkembangan zaman dimanfaatkannya sebagai kendaraan dalam melakukan promosi. Salah satuya, lewat wisata religi.
 
"Ini peluang besar untuk Batam. Umat Budhist Singapore bisa melakukan banyak hal di Batam yang tidak bisa dilakukan di negaranya," papar HM Sani yang didampingi Kepala Dinas Pariwisata kepulauan Riau Guntur Sakti.
 
"Mereka melakukan Fang Sen, yakni ritual melepas makhluk hidup ke alam bebas, seperti halnya pelepasan ratusan kura-kura, burung merpati dan ikan yang dilepas ke alam bebas melepas 200 lentera udara di kawasan wisata Ocarina Batam Center," timpal Kepala Dinas Pariwisata kepulauan Riau Guntur Sakti.
 
Masih kata Guntur, kegiatan melepas makhluk hidup serta lentera udara sangat dilarang di Singapore. Tapi di Batam, umat Budhist Singapore tadi bisa dengan leluasa melakukannya. "Bagi mereka ini adalah kebajikan untuk alam semesta. Dan pemerintah daerah harus berpartisipasi di dalamnya karena jarak Singapore dan Batam hanya 20 km. Waktu tempuh perjalannya hanya 30 menit. Kami harus bisa melayani tamu-tamu tadi dengan sepenuh hati," paparnya.
 
Untuk umat Budhist Singapore, Batam menyediakan Vihara Samudra Dharma, Tiban Mentarau, Tiban Indah, untuk beribadah. Setiap bulannya, ada 800 hingga 1.000 pengunjung baik dalam maupun luar negeri berkunjung ke sana. Di Vihara Samudra Dharma yang dibangun di lahan 1.500 meter persegi ini, juga dibangun patung Dewi Kwan Im setinggi 10 meter. Untuk mendukung keindahan wisata, pihak pengelola vihara juga telah membangun 12 shio yang berlokasi di luar vihara. "Semua orang boleh masuk. Disitu juga dibangun shio-shio bagi pengunjung yang ingin berfoto," pungkasnya.
 


(Hermansyah)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com