Di Publish Pada Tanggal : Jumat, 25 Maret 2016 13:31 WIB

Garap Pasar Taiwan, Kemenpar Hebohkan Dream Mall

Kaohsiung, HanTer – Satu lagi jurus Kementerian Pariwisata untuk memikat wisatawan mancanegara, khususnya Taiwan. Tema kostum carnival akan ditampilkan pada Dream Mall Parade di pusat perbelanjaaan (Dream Mall), kota Kaohsiung, Taiwan, 26-27 Maret 2016 dibuat nyeleneh. Ada Garuda Putih, Merak Cenderawasih dan Gajah Oling, yang disiapkan untuk tebar pesona di Taiwan nanti.

Kontingen Wonderful Indonesia didesain untuk tampil paling atraktif, menonjol, dan paling diminati pengunjung. Kostum, make up, koreografi, tata warna, karakter, stage, live & ilustrasi musik dengan formasi Fashion Runway, dance dan theatrical sudah siap menghibur warga Taiwan. Ada kostum setinggi dua meter, seperti biasa, diambil dari kreasi carnaval. Ada juga yang punya bentangan sayap hingga satu meter.

Belum lagi beragam aksesoris menarik seperti suguhan Jember Fashion Carnaval (JFC), even karnaval yang menduduki ranking ke-4 dari tujuh karnaval tahunan internasional di dunia. "Pokoknya kostum ala karnaval khas Indonesia akan tebar pesona di Taiwan. Wonderful Indonesia harus menjadi yang paling heboh, menjadi pusat perhatian karena selain diikuti beberapa negara yang wismannya mulai banyak ke Indonesia,” terang Vinsensius Jemadu, Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Pasifik Kementerian Pariwisata, Kamis (24/3/2016) kemarin.

Saat mendampingi Deputi Pengembangan Pasar Mancanegara I Gde Pitana, Vincen, sapaannya, menjelaskan untuk bisa juara, harus dipersiapkan dengan kreatif serta kaya ide, dan lain dari biasanya. Itulah yang ingin ditampilkan Kemenpar di Taiwan nanti. Maklum, acara nanti bakal diliput sejumlah media besar Asia yang siap mempublish acara ini. Kemenpar ingin menjadikan Wonderful Indonesia sebagai kontingen terunik, paling fantastik, spektakuler dan paling keren.

Pada Dream Mall Parade 2016, Wonderful Indonesia juga akan memperkenalkan lebih jauh pariwisata Indonesia. Destinasi wisata prioritas mencakup Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur), Danau Toba (Sumatera Utara), Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Tanjung Kelayang (Kepulauan Bangka Belitung), Tanjung Lesung (Banten), Borobudur (Jawa Tengah), Mandalika (Nusa Tenggara Barat), Wakatobi (SulawesiTenggara), Morotai (Maluku Utara), serta Bromo-Tengger-Semeru (Jawa Timur).

Kesemua akan dipromosikan. Begitu juga sejumlah destinasi wisata lain yang tak kalah indahnya. Misinya, mengejar target jumlah wisatawan mancanegara sebanyak 12 juta pada 2016. Sekedar catatan, hingga pertengahan Januari 2016, angka kunjungan wisatawan asal Taiwan ke Indonesia mencapai 275 ribu orang. "Jumlahnya harus terus bertambah. Karenanya di Taiwan kami akan menjual 10 destinasi utama, mulai dari barat hingga timur Indonesia," ujar Vinsen.

Menpar Arief Yahya juga menambahkan, Taiwan itu termasuk Great China, yang saat ini sedang menjadi fokus pasar pariwisata Indonesia. Great China itu meliputi Tiongkok, Hongkong dan Taiwan. "Terus terang, dalam lima tahun terakhir, kita belum mampu mengejar tiga negara tetangga kita, untuk mendapatkan inbound dari pasar China. Malaysia, Thailand dan Singapura sangat besar capaiannya, dibandingkan dengan Indonesia," kata Arief Yahya.

Memang critical success factor menembus pasar Tembok China adalah meningkatkan jumlah direct flight ke Indonesia, bundling paket wisata dengan wholesalers. Tahun 2015, wisman asal China Raya adalah 1,335 juta orang. Memang itu sudah naik 33 persen dibandingkan dari tahun sebelumnya. Tetapi jika dibandingkan dengan Thailand, mereka bisa mendapatkan wisman Tiongkok sampai 8 juta, Malaysia 2 juta, dan Singapura 2 juta.


(Eka Putra)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com