Di Publish Pada Tanggal : Senin, 03 Oktober 2016 19:28 WIB

Fasilitasi Pertemuan Penyintas Se-Indonesia, YKPI Catat Rekor Nasional dan Dunia

Jakarta, HanTer - Menyambut bulan kanker payudara sedunia, Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) sukses mencatat rekor nasional dan dunia dengan mengadakan temu penyintas kanker payudara se-Indonesia, sebanyak 700 peserta pada akhir pekan lalu.
 
Sebelumnya, Linda Gumelar selaku ketua Yayasan Kanker Payudara Indonesia mengaku sempat pesimis dengan jumlah peserta yang ditargetkan yaitu sebanyak 400 orang. “Tahun lalu kami diundang dokter Aryo Djatmiko, Kepala Rumah Sakit Onkologi Surabaya, beliau mengadakan suatu kegiatan di Surabaya yang bisa menghadirkan banyak survivors kanker payudara dan setelah itu kami bertanya apakah kami boleh mengadakan di Jakarta, dan hal itu didukung oleh beliau," ujar Linda Gumelar.
 
Atas penyelenggaraan ini, YKPI mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai “Temu Penyitas Kanker Payudara Terbanyak” yang langsung diberikan oleh pendiri MURI, Jaya Suprana kepada Linda Agum Gumelar selaku ketua YKPI dan Rima Melati selaku Pembina YKPI.
 
"Dan sejak enam bulan yang lalu kami berusaha untuk bagaimana mengumpulkan teman-teman semua dan kita memberanikan untuk me-launching acara ini. Waktu itu kami bertanya dok 400 atau 300 (peserta) bisa tidak dok?, dan dokter percaya bisa mencapai 400 peserta dari seluruh Indonesia. Dan ternyata akhirnya kita kewalahan, lebih dari 400 yang hadir dan sekarang mencapai 663 penyintas yang hadir dan kami sempat menutup pendaftaran karena takut membludak," tambah istri Agum Gumelar dalam sambutannya.
 
Linda menambahkan jika Kanker Payudara tetap menjadi penyakit yang meresahkan masyarakat, bahkan sudah merambah ke tingkat yang lebih mengkhawatirkan dimana tidak hanya wanita saja yang bisa terkena penyakit ini, tetapi pria juga bisa terkena begitu juga anak usia 15 tahun sudah ada yang terkena. 
 
"Dengan kondisi yang sangat memprihatinkan ini, kami sebagai mitra pemerintah dalam menyebarkan kepedulian terhadap kanker payudara ini harus semakin aktif merangkul berbagai pihak untuk waspada akan bahaya kanker payudara," tegas Linda.
 


(Hermansyah)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com