Di Publish Pada Tanggal : Selasa, 31 Januari 2017 16:33 WIB

Matahari Kembar Sebuah Isu

Jakarta, HanTer - Publik di negeri ini sangat tahu bahwa Pertamina bukan satu satunyanya BUMN yg ada posisi wadirut. Selain itu ternyata pula bahwa Posisi Wadirut Pertamina tetap ada di bawah wadirut bukan sejajar, ini beda dgn posisi wadirut di ptmn sebelumnya.
 
Pemerintah terlihat sangat berupaya bahwa unit bisnis pertamina di sektor hilir harus  ditangani lebih khusus, yang dengan demikian sektor hilir ,  yang dalam sejarah kelahiran bumn  ini hanya berperan menunjang pemenuhan kebutuhan migas bagi masyarakat, dapat menjadi unit bisnis yang mampu memberikan sumbangan devisa bagi bangsa ini sebagaimana dibuktikan oleh sektor hilir pertamina di tahun 2015 dan 2016 ternyata mampu memberi sumbangan laba yang sangat besar bagi pemerintah.
 
Dalam keterpurukan bisnis minyak, pertamina, membuktikan mampu memberi laba yg signifikan,  ini adalah bukti , jika unit bisnis yg ada di pertamina ditangani lebih khusus , maka ini akan sangat mungkin mampu memperbesar peran dan perolehan laba di pertamina di masa mendatang.
 
Perbaikan dan perubahan yg telah dilakukan pertamina khususnya sejak Nov 2014 yg terbukti mampu melibas "mafia"  bisnis di pertamina , sangat mungkin membuat para mafia tersebut , berupa  membuat jurus baru dengan "menghancurkan" pertamina dari dalam yang  antara lain dengan moda adu domba antar sesama insan pertamina . ini terbukti dengan gencarnya suara dan teriakan adanya Matahari Kembar di Pertamina.
 
Padahal sejatinya jika dikatakan ada matahari kembar maka posisi, kekuasaan dan kewenangan dari "matahari" itu pasti sama. Tapi kenyataannya tidak seperti itu bukan.
 
Publik sangat mahfum  bahwa peluang   bisnis di Pertamina sangat banyak dan juga besar .
Bagi  "pebisnis hitam " , ini bisa memperkecil peluangnya untuk menguasai seluruh peluang bisnis yang ada jika  unit unit bisnis yang ada selama ini dirubah struktur manajemen pengelolaannya oleh pemerintah , ini tentu harus disikapi oleh  "pebisnis hitam"  itu dengan segala macam cara.
 
Pebisnis Hitam di pertamina ini "gerah" dengan  upaya pemerintah yang konsen untuk melakukan perbaikan  di pertamina dan ternyata pula berhasil yang antara lain misalnya terbukti melakukan program efisiensi yang mampu melahirkan penghematan bernilai triliunan rupiah, begitu pula degan tender minyak oleh isc yg dibawahi langsung oleh dirut pertamina yang terbukti mampu melibas trader hitam alias mafia migas.
 
Dapat dinyana terhadap hal tersebut, para pebisnis hitam tersebut telah "ngeri" untuk menentang dan berhadapan langsung dengan pemerintah  dan akhirnya mereka melakukan serangan terkondisi rapi "menembak" langsung pejabat pertaminanya dengan berbagai cara antara lain mengcreate opini dengan lakukan hembusan pembusukan yang jika dilakukan terus menerus pasti akan dipercaya oleh publik.
 
Mempermasalahkan adanya posisi wakil direktur utama pertamina yang ditetapkan sebagai keputusan kebijakan pemerintah dengan menyuarakan hal itu sebagai Matahari Kembar , adalah isu yang dipolitisir secara berlebihan.
 
Pembangkangan thd keputusan pemerintah yg memutuskan adanya posisi wadirut pertamina sangat pantas jika dilakukan oleh pihak yang anti terhadap pemerintah.
 
Oleh :
 
Sofyano Zakaria
 
Pengamat Kebijakan Publik
 

 


(***)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com