Di Publish Pada Tanggal : Jumat, 28 April 2017 04:11 WIB

Di MA, Anna Mariana Angkat Songket & Tenun di Perayaan Kartini

Jakarta,HanTer - Bertepatan dengan kegiatan pertemuan Empat Daerah, “Dharmayukti Karini”, dharma wanita di lingkungan Mahkamag Agung  menyelenggarakan Lomba Busana Kartini dan Lomba Busana Muslim  dengan peserta datang dari Dharmayukti Karini  Pusat, Provinsi Jawa Barat, Banten,  dan DKI.
 
Di luar itu,   digelar demo make up dan workshop tentang Tenun dan Songket Betawi oleh DR Hj. Anna Mariana S.H, M.H, M.B.A. Workshop ini sejak awal diarahkan oleh   Ketua Umum Dhamrayukti Karini, yakni Ibu Hj. Roosdiaty Hatta Ali,  untuk memberi pencerahan  bagi para anggota Dhamrayukti Karini, agar paham dan mengetahui seluk beluk proses pembuatan songket dan tenun  termasuk perawatannya.  Acara makin meriah, karena koleksi songket Anna Mariana dipresentasikan oleh Peragawati  dari Marsya Boutique, milik Anna Mariana.
 
Soal munculnya workshop dan peragaan Tenun dan Songket Betawi dalam acara ini, erat kaitannya  dengan hubungan persahabatan Anna Mariana dan Ibu Hj. Roosdiaty Hatta Ali yang sama sama  pencinta kain tenun dan songket Nusantara.  
 
 “Ibu Roosdiaty ini sejak muda suka berkecimpung dengan dunia mode dan fashion. Ia pencinta kain tradisional dan sangat peduli untuk mengangkat  citra kain sekaligus rutin dan memperkenalkan kain tradisional Nusantara seperti Batik, Tenun dan Songket ke berbagai pihak termasuk di lingkungan Dharmayukti Karini,” kata Anna,Kamis (27/4/2017).
 
Di mata Anna, sosok Roosdiaty  selalu punya semangat dan termotivasi untuk selalu menjadi wanita tangguh, kuat, cerdas namun tetap penuh kelembutan. “Beliau sosok  inovatif  dan berkarakter. Ia gambaran Kartini di masa kini. Ia berjiwa Nasionalisme tinggi dan selalu cinta Budaya Indonesia,” tuturnya.
 
Menurut Anna Mariana, ia dan Roosdiaty  selalu punya kesamaan dalam hal kecintaan pada Kain Tradisional. Keduanya punya misi dan visi yang sama, untuk mengangkat dunia kain tradisional  Indonesia agar dapat berkembang  lebih baik lagi dari waktu ke waktu.
 
“Sekaligus juga ingin membuat kain nusantara bisa diminati masyarakat Indonesia sendiri. Karenanya perlu promosi yang berkesinambungan, agar kain tradisonal juga bisa dilestarikan,” tambah Anna. 
 
Ketua MA Prof. Dr. H. M. Hatta Ali, SH  yang hadir hingga acara ini selesai,  berharap  tenun yang merupakan warisan nenek moyang ini bisa semakin bersaing dengan produk fashion dari luar negeri di masa depan. “Saya yakin, budaya  tenun yang kita gali dari bumi kita sendiri  ini jarang bisa kita temui di luar negeri.  Motif dan warnanya sangat bagus. Cuma mungkin, pemasarannya  belum luas, sehingga masih banyak orang di luar Indonesia yang belum mengenalnya. 


(Romi)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com