Di Publish Pada Tanggal : Senin, 23 Oktober 2017 06:36 WIB

Hidup Sehat Dimulai Lewat Kampanye Cuci Tangan

Jakarta, HanTer - Salah satu cara mencegah penyakit masuk ke dalam tubuh adalah membiasakan diri cuci tangan. Makanya, kampanye cuci tangan terus dikampanyekan agar masyarakat semakin peduli.
 
Maklum, masa depan kita memang tergantung pada kebersihan tangan kita, karena tangan yang kotor akan menyebarkan penyakit, terutama diare dan infeksi saluran pernapasan (ISPA). 
 
Oleh karenanya, tema hari Cuci Tangan Sedunia pada 2017 adalah Tangan Kita, Masa Depan Kita.  Untuk itu, pada Sabtu, 21 Oktober2017, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bermitra dengan Millennium Challenge Account-Indonesia (MCA-Indonesia) menyelenggarakan peringatan Hari Cuci Tangan Sedunia. Peringatan ini, dilaksanakan di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Teratai, Taman Honda Tebet, Jakarta Selatan.
 
Mengingat, cuci tangan pakai sabun (CTPS)  harus dilakukan dengan sabun dan air besih yang mengalir, terutama ketika sesudah buang air besar (BAB), sesudah membersihkan (BAB)  anak, sebelum makan. Selain itu, juga sebelum memberikan makan anak dan sebelum memasak.  
 
“Menurut riset formatif MCA-Indonesia pada 2014, hanya sepertiga rumah tangga yang memiliki sabun. Akses terhadap air bersih baru dinikmati oleh 66,8% penduduk Indonesia (Riskesdas 2013). Di samping itu, lebih dari 50 juta orang Indonesia masih buang air besar sembarangan. Semua ini menyebabkan tingginya angka diare,” kata Direktur Program Kesehatan dan Gizi Berbasis Masyarakat, Iing Mursalin. 
 
Balita yang sering menderita diare lebih berisiko terkena kekurangan gizi kronis atau stanting. Ini karena ketika anak diare asupan gizi banyak terbuang dan ususnya tidak optimal menyerap gizi yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang. 
 
Untuk mengatasi stanting, masyarakat perlu akses terhadap air bersih dan sanitasi, serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan. 
 
Sejauh ini, pemerintah sudah melaksanakan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), dengan pendekatan perubahan perilaku higiene dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat. Program ini bertujuan mengurangi kejadian penyakit diare dan penyakit berbasis lingkungan lainnya yang berkaitan dengan sanitasi dan perilaku.


(Romi)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com