Di Publish Pada Tanggal : Rabu, 15 November 2017 06:06 WIB

Pemkab Gunungkidul Diminta Perbaiki Infrastruktur Ketimbang Naikkan Retribusi Wisata

Gunungkidul, HanTer - Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mewacanakan menaikkan retribusi wisata sejumlah objek wisata dalam rangka meningkatkan pendapatan asli daerah dari sektor pariwisata.
 
Sekretaris Dinas Pariwisata Gunung Kidul Hari Sukmono di Gunung Kidul, mengatakan beberapa waktu lalu rencana kenaikan retribusi wisata sudah dibahas bersama DPRD dalam rapat paripurna bersama dengan anggota DPRD Gunung Kidul.
 
"Pada saat pembahasan tidak ada penolakan dari mayoritas fraksi. Kelanjutannya nanti setelah ada persetujuan DPRD," katanya dikutip Rabu (15/11/2017).
 
Infrastruktur jalan menuju pantai Selatan di Gunungkidul banyak dikeluhkan wisatan. Sempitnya jalan membuat macet panjang antrean mobil saat musim liburan dan akhir pekan. Foto: Ist.
 
Ia mengatakan berdasarkan dalam draf kenaikan retribusi diusulkan kawasan Pantai Baron dari Rp10 ribu (plus asuransi), nanti dinaikkan menjadi Rp 14.500. Kawasan Pantai Siung dan Pantai Wediombo dari Rp4.500 naik Rp9.500.
 
"Tarif retribusi untuk desa wisata seperti Nglanggeran dan Sri Getuk juga dinaikkan," katanya.
 
Hari mengatakan kalau disetujui nantinya besaran tarif akan disosialisasikan kepada masyarakat. "Prosesnya masih panjang belum dalam waktu dekat," katanya.
 
Pada kesempatan berbeda, Ketua DPRD Gunung Kidul Suharno mengatakan rencana kenaikan tarif retribusi belum final sekalipun semua fraksi menyetujui.
 
"Secara pribadi saya tidak setuju. Saat ini pembahasan juga belum selesai. Besaran rarif retribusi wisata sebaiknya dipertahankan dengan angka lama, kalau perlu malah diturunkan saja. Minggu-minggu ini akan diagendakan pembahasan lanjutan terkait tarif retribusi," katanya.
 
Ia mengatakan pemkab sebaiknya memperbaiki infrastruktur pendukung pariwisata sehingga wisatawan merasa nyaman.  "PAD tidak hanya bersumber dari retribusi wisata, ada potensi lain yang perlu digarap dengan maksimal," katanya.
 
Politisi PDI Perjuangan ini menambahkan, keberadaan tempat-tempat wisata ini memang membuat perekonomian Gunungkidul semakin menjanjikan. Tahun 2016 lalu, PAD Gunungkidul mencapai Rp20 miliar dan hingga 10 bulan sepanjang tahun 2017 sudah meningkat menjadi Rp26,1 miliar.
 
Tahun ini, kata Suharno, Pemkab Gunungkidul menargetkan PAD bisa naik menjadi Rp 30 miliar. Untuk itu, pihaknya sudah melakukan perubahan Perda yaitu menurunkan retribusi hiburan dan pariwisata, sehingga bisa menumbuhkan wisatawan.
 
Menurutnya, saat ini jumlah wisatawan ke Gunungkidul mencapai 30 ribu orang, baik lokal maupun mancanegara. Dengan menurunkan retribusi, diharapkan semakin menggairahkan industri pariwisata di sana dan meningkatkan arus turisme.
 
Di tempat yang berbeda, Humas PHRI Gunungkidul Ngatno menjelaskan, arus wisatawan terus meningkat setiap tahunnya, namun ada masalah utama dalam meningkatkan pariwisata di Gunungkidul, yaitu infrastruktur jalan, tempat parkir, dan jaringan telekomunikasi. Ia pun berharap pemimpin Gunungkidul yang akan datang mengerti dan bisa memanfaatkan potensi wisata yang melimpah untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.
 
Masalah infrastruktur ini diakui oleh Suharno. Ia pun berharap kehadiran bandara baru New Yogyakarta International Airport di Kulon Progo, semakin meningkatkan infrastruktur jalan dan wisatawan mancanegara untuk bertandang ke Gunungkidul.
 
Selain itu, Suharno menginginkan dengan kepemimpinan yang akan datang, bisa mengetahui dan mem-branding Gunungkidul sehingga semakin diminati wisatawan, investor, dan semakin dikenal luas ke dunia.
 


(Anugrah)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com