Di Publish Pada Tanggal : Rabu, 27 Desember 2017 18:49 WIB

Maksimalkan Momen untuk Konsumsi di Luar Rumah

Jakarta, HanTer - Gaya hidup konsumen urban Indonesia menunjukkan perubahan yang signifikan. Kini mereka menghabiskan lebih banyak waktu di luar rumah, menikmati lebih banyak aktivitas, dan berupaya untuk mencari lebih banyak pengalaman.

Kelas konsumen ini pada umumnya saling terkoneksi, gesit, terekspos pada informasi, dan terbuka untuk mencoba hal-hal baru.

Meningkatnya gaya hidup urban yang aktif membuat konsumen lebih banyak menghabiskan waktu di luar rumah. Gaya hidup ini memberikan perubahan signifikan terhadap perilaku konsumen dalam mengalokasikan pengeluaran mereka, terutama untuk produk-produk siap santap (Ready to Eat atau RTE) dan minuman dalam kemasan (Ready to Drink atau RTD). 

Data dari Kantar Worldpanel Indonesia menunjukkan, konsumen lebih sering mengkonsumsi produk siap santap di luar rumah di bandingkan dengan di dalam rumah dan pertumbuhan konsumsi di luar rumah mencapai dua kali lipat lebih besar.

Produk siap santap menjadi semakin mudah ditemukan oleh konsumen, salah satunya berkat ekspansi minimarket di area-area yang mudah dijangkau seperti kompleks perumahan, kawasan sekolah, dan perkantoran. 

Perkembangan ini dipantau oleh Kantar Worldpanel secara berkesinambungan, hasilnya menunjukkan bahwa produk siap santap memiliki kesempatan yang lebih besar untuk dikonsumsi di luar rumah dibandingkan dengan konsumsi di dalam rumah dengan kontribusi sebesar 61% dari total pangsa pasar dan diperkirakan akan terus meningkat. 

Venu Madhav, General Manager Kantar Worldpanel Indonesia mengatakan, beberapa produk siap santap yang pada umumnya dikonsumsi di dalam rumah, mampu tumbuh tiga kali lebih tinggi ketika dikonsumsi di luar rumah.

Selain itu, Worldpanel juga memantau adanya kenaikkan konsumsi di luar rumah pada kategori produk yang pada level konsumsi dalam rumah kategori tersebut cenderung menunjukkan performa yang stagnan, bahkan menurun. 

“Kategori minuman jus dalam kemasan menunjukkan penurunan bisnis pada level konsumsi dalam rumah, namun kategori ini masih berhasil tumbuh pada konsumsi luar rumah, didorong oleh kenaikan frekuensi pembelian,” tutur Venu di Jakarta, Rabu (28/12/2017).

Menurutnya, kunci keberhasilan untuk memenangkan pangsa pasar konsumsi luar rumah terletak pada frekuensi pembelian, terutama untuk kategori-kategori dengan tingkat penetrasi yang mendekati 100%.

“Mengambil contoh dari produk minuman dalam kemasan, frekuensi pada pasar in-home terus mengalami penurunan yang berimbas pada turunnya performa bisnis dari segi volume. Di sisi lain, frekuensi konsumsi di luar rumah untuk produk minuman dalam kemasan tetap meningkat," ujar Andi Siswanto, Account Director Kantar Worldpanel Indonesia.  

Untuk memaksimalkan tren ini, para produsen perlu memperluas dan masuk ke lebih banyak momen kesempatan. Jelas terlihat, masih ada begitu banyak peluang dalam pasar out-of-home di Indonesia. Sudah pasti, kesempatan hadir dengan tantangan.

Jumlah merk yang muncul di lingkup produk siap santap meningkat sementara ruang yang tersedia di toko tetaplah terbatas. Situasi ini memaksa produsen untuk bersaing dalam meningkatkan visibilitas produk yang memadai. Maka dari itu penting bagi produsen untuk memiliki asosiasi merk yang kuat dengan melihat momen dan tetap relevan dalam benak konsumen. 

Semakin banyak waktu yang dihabiskan di luar rumah akan tetap menjadi faktor utama yang mendukung potensi pasar out-of-home. Seperti halnya siklus tipikal pada hari kerja para kaum urban: bangun tidur - sarapan pagi - pergi kerja - makan siang - santap sore dengan teh atau kopi - makan malam – berkumpul dengan teman atau pulang ke tempat tinggal. 


(Safari)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com