Di Publish Pada Tanggal : Minggu, 11 Maret 2018 09:25 WIB

Kepungan Sampah Plastik di Nusa Penida, Ternyata Hanya Hoax Belaka

Bali, HanTer - Siapa bilang laut Nusa Penida banyak sampah, dikepung sampah plastik seperti yang diviralkan diver Inggris Rich Horner? Lautnya ternyata clear, biota lautnya juga hidup sangat sehat.

Fakta itu diungkap diver asal Lampung, Arief Nugroho saat berlibur ke Nusa Penida, Bali, 9 dan 10 Maret 2018. Ia merekam suasana terkini kawasan perairan Crystal Bay dan Nusa Lembongan, bahkan semua divideokannya dan langsung diunggah ke laman https://www.instagram.com/p/BgIzOdFFkJn/

“Asyiknya diving bareng penyu di Crystal Bay, Nusa Penida, hari ini,” tulis akun ariefnugroho19, Sabtu (10/3/2018).

Pria yang belakangan diketahui lahir di Bandar Lampung itu memang tak asal tulis. Dalam video berdurasi 33 detik itu, terlihat jelas jernihnya laut Nusa Penida. Dengan balutan warna hijau tosca, bahkan Arief pun terlihat enjoy berenang bersama seekor penyu.

“Sumpah indah banget. Saya melihat schooling ikan, penyu sampai ikan manta. Kalau oksigen nggak habis, malas saya meninggalkan laut Nusa Penida,” ungkapnya saat dihubungi.

Crystal Bay digambarkan sebagai surganya under water dunia. Bagi pria yang pernah ambil bagian dalam pemecahan Guiness World Record saat Sail Bunaken 2009 itu, panorama sekitar Nusa Penida juara banget. Karang-karangnya seperti diukir maestro seni dunia. Lautnya dibungkus gradasi biru tua-biru muda-kehijauan. Destinasinya bahkan ikut diapit dua bukit hijau.

“Bicara Nusa Penida cuma ada tiga kata yang cocok untuk menggambarkan tempat ini,  "It’s unbelievably cool!". Airnya seperti agar-agar biru transparan yang memamerkan terumbu karang di dasarnya,” paparnya.

Spot yang direkomendasikan adalah Toyapakeh, terumbu karang subur dengan banyaknya ikan besar seperti giant trevallies. Ada juga Ceningan Wall yang punya tembok koral vertikal dengan kedalaman 180 meter. Manta Point yang jadi tempat manta raksasa. “Jangan lupa Crystal Bay. Ada Napoleon fish, terumbu karang yang sehat, gua-gua bawah laut dan table coral raksasa yang dihuni ratusan ikan,” urainya.

Dame, Dive Instructur Mola-Mola Dive Resort juga seirama. Pria yang sudah puluhan tahun menetap di Nusa Lembongan itu mengaku tak pernah melihat sampah dalam jumlah massif. Kalau pun ada, sampah akan langsung diangkat oleh dive master setempat. “Mata pencaharian kami kan di pariwisata. Kalau ada sampah, kami pasti akan seret rezeki,” ungkapnya.

Hal lain yang membuatnya tak yakin dengan postingan Rich Horner adalah Maret merupakan fase sasih bagi masyarakat Bali. “Itu adalah bulan kesembilan Bali. Artinya, ekosistem laut bagus. Mancing bagus. Gelombang juga bagus. Video Arief sudah menjelaskan semuanya. Schooling ikan artinya ekosistem laut bagus,” ungkapnya.

Joe Lade, Dive Master asal Alor juga ada di barisan yang sama. Selama periode Februari sampai Maret 2018, dia mengaku banyak menerima tamu. Mayoritas bahkan wisman. “Kalau banyak sampah plastik seperti di video, kapal-kapal yang menyeberang ke Nusa Penida pasti baling-balingnya akan macet. Sampah plastik nyangkut ke baling-baling. Wisman juga bakal banyak komplain. Sekarang cek saja di lapangan. Di sini ada sekitar 20-an perusahaan diving. Semuanya masih panen wisman,” ungkapnya.

Semuanya dijelaskan dengan detail. Setiap harinya, dia mengaku tak kurang melayani 50 pax. Sebanyak 80% di antaranya berasal dari luar negeri. “Itu setengah dari peak season. Kalau peak season biasanya bisa 100-an pax per hari. Jadi bisnis masih berjalan bagus,” ungkapnya.

Ruud Lubbers, wisman asal Belanda yang ikut menyaksikan video tadi juga sampai dibuat penasaran. Bersama koleganya, dia mengaku makin semangat menjelejahi Pantai Atuh, Broken Bay, Angel’s Billabong hingga Crystal Bay yang ada di sekitaran Nusa Penida.

"Daripada hanya ngomongin viral yang belum tentu jelas kebenarannya, ya saya coba buktikan sendiri seperti apa keindahannya. Kalau lihat video ini, rasa-rasanya saya lebih percaya postingan Arief ketimbang viral di Facebook," tambahnya.

Menteri Pariwisata pun angkat bicara. Dia mengaku sangat mengapresiasi postingan Arief Nugroho. “Videonya sudah bercerita banyak. Silakan berlibur ke Nusa Penida. Kondisinya sangat bersih sebersihnya,” ungkap Arief Yahya.


(Hermansyah)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com