Di Publish Pada Tanggal : Minggu, 08 April 2018 18:32 WIB

Semangat Genjot Pariwisata, Festival Tahu 2018 Lahirkan GenPi Sumedang

Sumedang, HanTer - Semangat Indonesia Incorporated untuk Pariwisata Indonesia sangat terasa di perhelatan Festival Tahu Sumedang 2018, Minggu (8/11/2018). Semua unsur pariwisata yang biasa disebut dengan Penthahelix yakni Akademisi, Bisnis, Komunitas, Pemerintah dan media melebur menjadi satu untuk pariwisata Indonesia.
 
Buktinya, bertempat di Alun-alun Kota Sumedang, acara yang dihadiri ribuan orang itu melahirkan unsur pendukung pariwisata Indonesia yakni Generasi Pesona Indonesia (GenPI). ”Alhamdulillah, Sumedang juga kini sudah punya GenPI. Dan sengaja kami lahirkan bertepatan dengan acara Festival Tahu dan hari ulang tahun Kota Sumedang. Selamat atas lahirnya GenPI Sumedang, dan terima kasih Kemenpar telah mengayomi para nitizen dunia maya ini untuk tujuan yang mulia,”kata Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Sumedang, Sumarwan Hadisoemarto yang didampingi Ketua Perhimpunan Hotel dan Restauran Sumedang Nana Suryana.
 
Dalam acara deklarasi tersebut, hadir juga perwakilan dari Kemenpar Kepala Bidang Area Jawa Deputi Pemasaran I Kemenpar Wawan Gunawan. Pria yang juga Dalang Wayang Ajen itu secara simbolis menyerahkan merchandise ke Ketua Genpi Sumedang Abi Firman sebagai tanda lahirnya GenPI Sumedang.
 
”Ini adalah keputusan yang hebat dan kekinian. GenPI saat ini adalah hal yang wajib dimiliki oleh seluruh daerah di Indonesia. kenapa ? karena nantinya mereka yang akan mengangkat nama baik daerah, nama besar daerah, ikon pariwisata daerah ke dunia nasional maupun internasional. Ini adalah komunitas anak muda yang harus diisi oleh anak jaman now yang sangat mencintai daerahnya,” kata Wawan saat deklarasi.
 
Wawan memaparkan, saat ini yang harus dilakukan para nitizen yang cinta dengan Sumedang adalah branding. Wawan memberikan contoh, Garut terkenal dengan Dodolnya, Bogor terkenal dengan tales dan asinannya, Garut juga terkenal akan dombanya, Majalengka juga terkenal dengan Duriannya. 
 
"Nah, Sumedang terkenal dengan Tahu-nya, sekarang kita harus berjuang, bukan hanya agar Tahu dikenal ke dunia internasional, namun juga kita harus menggiring para wisawatan untuk makan tahu di Sumedang. Kita harus bangkitkan pariwisata Sumedang," ujar Wawan.
 
Deputi Pemasaran I Kemenpar I Gde Pitana didampingi Asdep Pemasaran Regional I Sumarni menambahkan, Genpi kini sudah punya visi dan misi yang jelas. GenPI juga patut bangga sudah punya platform baru bernama Genpi.co.
 
Kata Pitana, selain bersosmed secara online, membuat destinasi digital, GenPi juga dikumpulkan di satu tempat bernama GenPi.co. "Bahkan saya mendapatkan kabar bahwa platform ini bisa siaran langsung, bisa video story, dan juga karya-karya parannitizen bisa dipublish bahkan diapresiasi di situs tersebut, ini membuat seluruh GenPi bisa bersatu untuk pariwisata Indonesia,”ujar Pitana yang juga diamini Wawan. Genpi.co memang lahir untuk GenPi. Situs online dengan alamat www.genpi.co itu kini sudah bisa live streaming. 
 
Pitana juga meminta kepada semua daerah untuk bersama-sama mengumpulkan nitizen dalam satu wadah yakni GenPI termasuk yang telah dilakukan oleh Sumedang. "Genpi itu bukan komunitas biasa, genpi masuk dalam unsur Pentahelix pariwisata Indonesia yakni unsur ABCGM: Akademisi, Business, Community dan Government,” tambah Sumarni.
 
Genpi.co sangat cocok untuk GenPI dan semua pecinta pariwisata Indonesia karena GenPI diisi oleh nitizen, Blogger, Vloger, Fotografer, Videografer, Traveler, Jurnalis, Reporter dan Influencer. Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menyambut semua unsur GenPI dan platformnya serta mengucapkan selamat atas lahirnya GenPI Sumedang.
 
Kata Menpar, bahwa dunia kini sudah mulai berubah, dan dunia kita sudah dalam genggaman. ” Selamat atas terbentuknya GenPi Sumedang dan GenPi-GenPi di seluruh Indonesia. More digital more global, more digital more personal, more digital, more profesional. GenPI sudah memberikan contoh yang baik dalam bersosial media, mari kita bergandeng tangan untuk membangun pariwisata Indonesia melalui sosial media,”kata Menpar Arief Yahya.


(Hermansyah)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com