Di Publish Pada Tanggal : Rabu, 08 Agustus 2018 20:04 WIB

Festival Tari Serampang Dua Belas 2018 Se-Nusantara Berlangsung Meriah

Jakarta, HanTer-- Penyelenggaraan Festival Tari Serampang Dua Belas se-Nusantara ke-4 yang digelar di Anjungan Sumatera Utara Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, pada Sabtu dan Minggu, (4 dan 5 Agustus 2018) berlangsung semarak, meriah dan sukses.

Sebanyak 60 pasang penari dari seluruh daerah se-Nusantara menampilkan kebolehannya masing-masing. Dalam festival ini bertindak sebagai juri, Dilinar Adlin MPd (Universitas Negeri Medan), Retno Ayumi (praktisi)  dan Wiwik Supala (Institut Kesenian Jakarta/IKJ).

Setelah melakukan penilaian yang ketat dan professional, dewan juri memutuskan juara-juara. Untuk kategori Muda Mudi, Juara 1. Muhamad Fajar Imam dan Irma Khairiyah Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara Sanggar Tari Cipta Pesona.

Juara kedua, Muhammad Sofyan dan Nurul Huda Kabupaten Deli Serdang Sumut-Tamora 88.  Juara ketiga, Allen Trendi dan Wan Rima Gevita, kabupaten Siak, Pekan Baru-Singgasana Dance Company.  Juara keempat, Riza Fahlani Lubis dan Desi Rahmi Kusuma Yanti, Asahan Sumut-GM PSBB Asahan, juara kelima Mhd Reza Fahlevi Hanafi dan Clara Rayi-Sekar Arum

Untuk kategori Mudi Mudi, juara pertama, Mutiara Wahyu Daniella dan Anisya Avishtya Indra, Kabupaten Deli Serdang Sumut-Tamora 88, kedua, Syafika Bayzura dan Silta Nada Zahara, Kota Medan Sumut-Dewan Kesenian Medan, ketiga Putri Najla Ayu Rasyid dan Gita Shafira, keempat, Flacenthia Yuliantri dan Yovita Isfandiari Jakarta-Putih Melati.

Sementara untuk Raja dan Ratu terpilih Muhammad Sofyan dan Irma Khairiyah.

Hadir pada acara ini Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sumatera Utara, DR, Wan Hidayati M. Si dan Tatan Danil, penanggung jawab Anjungan Sumatera Utara TMII.

Tatan Danil mengatakan,  Festival Tari Serampang Dua Belas se-Nusantara ini  diikuti hampir semua Kabupaten dan Kota di Sumatera Utara, serta dari sejumlah Sanggar Tari di Jabodetabek, Pekanbaru, Kepulauan Meranti, Siak, Lingga, Palembang, Bengkulu, Bandung, Yogyakarta, dan beberapa kota lainnya. 

Festival dirayakan dengan pameran foto, manuskrip, dan pelbagai data kesejarahan Tari Serampang Duabelas, pemutaran film pendek, diskusi, dan ditutup dengan Konser Teatrikal Komunitas Ronggeng Deli.

Para juara mendapat hadiah berupa uang pembinaan antara lain, juara pertama uang pembinaan sebesar Rp10 juta, juara dua Rp7 juta dan juara ketiga Rp5 juta.

Tari Melayu

Tari Serampang Duabelas adalah tari Melayu yang digubah oleh Sauti, seorang maestro tari Melayu modern yang berasal dari Perbaungan (Serdang Bedagai). Tari ini adalah salah satu dari sembilan koreografi termashur karya Sauti. Diramu dari berbagai ragam gerak dan musik Spanyol, Portugis,  Persia, dan sebagainya, berbasis khazanah adat, seni budaya, dan prikehidupan keseharian masyarakat Melayu pada masanya, di kawasan Deli dan Serdang. Dan dipentaskan pertama kali di Medan, pada tahun 1938


Tari Serampang Dua Belas adalah salah satu peninggalan kebudayaan yang telah di tetapkan sebagai warisan budaya tak benda di Indonesia, sang pencipta Sauti adalah seorang maestro yang terkenal dan telah mendapatkan pengakuan dunia.

Dilinar Adlin, juri pada festival mengatakan, generasi muda hendaknya secara terus menerus memperkenalkan tari Serampang Dua Belas ke seantero Indonesia dan dunia. “Kalian harus mengembangkan tarian ini kepada generasi kekinian agar tarian ini terus di ada di negeri ini,” ujar Dilinar dalam sambutannya pada acara acara technical meeting sebelum festival digelar.


(Danial)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com